Inovasi pembelajaran bahasa inggris merupakan salah satu bahasa yang penting di era globalisasi. Selain sebagai bahasa internasional,
bahasa inggris juga dipandang sebagai bahasa formal yang harus dikuasai di jaman modern sekarang ini. Bahkan penguasaan bahasa inggris baik secara lisan ataupun tulis telah menjadi syarat utama untuk melamar pekerjaan di beberapa perusahaan di Indonesia. Maka sangat disayangkan apabila pada jaman sekarang ini kita tidak bisa berbahasa inggris, minimal kita harus mengetahui beberapa kata kerja atau vocabulary yang sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Untuk menyikapi pentingnya penguasaan terhadap bahasa inggris untuk modal kita bekerja nantinya serta untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di Indonesia, dalam sektor pendidikan sekarang ini bahasa inggris telah dimasukkan ke dalam kurikulum dan menjadi mata pelajaran yang wajib di sekolah. Dulu mata pelajaran bahasa inggris ini baru saya dapatkan ketika duduk di kelas 4 SD, namun seiring kemajuan jaman sekarang ini bahasa inggris telah diajarkan sejak TK. Bahkan anak kecil jaman sekarang yang baru sekolah di tingkat Playgroup atau KB sudah banyak yang diajarkan bahasa inggris, setidaknya mereka sudah pandai berhitung satu hingga sepuluh dalam bahasa inggris.
Belajar bahasa inggris sebenarnya mudah apabila kita suka dan bersungguh-sungguh, namun terkadang masih banyak siswa yang sulit memahami pelajaran tersebut. Alasannya bermacam-macam salah satunya adalah faktor pengajar. Beberapa siswa beranggapan bahwa cara pengajar atau guru dalam menyampaikan pelajaran bahasa inggris kurang menarik dan kurang bisa dipahami oleh mereka. Untuk mengatasi hal itu mungkin para pengajar bisa menginovasikan cara mengajarnya dengan cara berikut :
1.Speak up
Pada umumnya pengajar mengajari anak didiknya dengan mengucapkan suatu kata atau kalimat kemudian diikuti oleh anak didiknya. Metode ini sebenarnya kurang efektif dan kurang menarik. Pengajar bisa menginovasikan cara mengajarnya salah satunya dengan speak up. Speak up yaitu dengan mengajak anak didik berinteraksi secara langsung misalnya dengan memberikan pertanyaan spontan dalam bahasa inggris kemudian si anak menjawab dalam bahasa inggris semampu mereka dengan spontan juga. Hal ini tentu akan memaksa si anak untuk belajar bahasa inggris atau setidaknya membuka kamus di luar jam pelajaran di kelas untuk memperbanyak kosakata mereka agar bisa menjawab pertanyaan gurunya dengan benar. Bisa juga dengan memberikan kesempatan semua anak didik membuat pertanyaan bebas kemudian dijawab oleh sang guru. Metode ini akan lebih efektif untuk mengajak anak untuk lebih aktif bertanya dan berbicara dengan bahasa inggris.
2.Learning from Videos
Seiring dengan perkembangan teknologi yang makin canggih pembelajaran bisa didapatkan bukan hanya melalui buku namun bisa juga secara online misalnya saja dengan streaming video-video pembelajaran bahasa inggris di youtube. Biasanya anak-anak akan lebih tertarik dengan pembelajaran semacam ini dibanding dengan metode pembelajaran dengan menuliskan di papan tulis seperti biasa. Salah satu channel youtube yang menyediakan media belajar dengan video ini adalah Englitt (Easy English with Alitt) yang lebih menekankan pada pembelajaran mengenai struktur kalimat dalam bahasa inggris atau sering disebut tenses. Englitt dikemas dengan bahasa sehari-hari yang tentunya akan lebih mudah dipahami oleh anak didik. Selain itu contoh-contoh kalimat yang disajikan Englitt terhitung sederhana dan lebih bisa dipahami karena disertai dengan peragaan contoh kalimat itu sendiri. Jadi misalnya diberikan contoh kalimat He plays basketball maka gambar yang disajikan adalah seorang laki-laki yang sedang bermain basket. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di video berikut :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar